Sabtu, 04 Mei 2013

AYAH DARI KETURUNANKU
Terkadang kita tidak menyadari begitu dahsyat pengorbanan seorang Suami kita terhadap kita para istrinya, yang kita tahu dia adalah suami kita yang telah memilih kita untuk dijadikan istrinya dan tanpa keindahan kita memandangnya, ingatkah semasa muda kita berpacaran???"begitu indah bagaikan milik kita berdua" kata banyak orang, setelah berpacaran kita menikah, setelah 5-seterusnya masa pernikahan itu berlalu keindahan yang dulu pernah kita eluh-eluhkan mulai memudar....
    Duhai istri sholekah sadarilah kalau kalian tahu suami kita itu adalah:
1.      Suami kita dibesarkan oleh seorang ibu yang mencintainya seumur hidup, namun ketika dia dewasa, dia mamilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya seumur hidupmu, bahkan sering kala rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.
2.      Suamimu dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah dan ibunyahingga dia beranjak dewasa. Namun sebelum dia mampu untuk membalasnya, dia telah bertekad menanggung nafkahmu, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanyaterikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.
3.      Suamimu ridho menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anakmu serta dirimu. Padahal dia tahu, di sisi Allah, engkau lebih harus di hormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, sebab dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi Allah.
4.      Suamimu berusaha menutupi masalahnya dihadapanmu dan berusaha menyelesaikannya sendiri. Sedangkan engkau terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberikan solusi padahal bias saja disaat engkau mengadu itu, dia sedang memiliki masalah yang lebuh besar. Namun tetap saja masalahmu yang di utamakan dibandingkan masalah yang dihadapi sendiri.
5.      Suamimu berusaha memahami bahasa diammu, bahasa tangismu, sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja. Ipupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali.

Subhanallah….itulah fakta nyata yang masih banyak lagi yang tanpa kita sadari ternyata begitu besar pengorbanan suami kita tercinta.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar