Kamis, 06 Maret 2014

diary


Selasa 19 Juni 2012
Hari ini hari pertamaku menulis,,ternyata mengasyikan,,,hehehe
Andai saja aku tahu menulis itu mengasyikan dari dulu,,,uuhhh,,pasti aku dah nulis banyaaaak hal,,,eeeemmmm…..semoga ini jadi awal langkah terbaikku..ammiiiinnn….

Rabu, 20 Juni 2012
Pembelajaran yang sangat berarti aku dapatkan pada malam hari ini,,,,suatu peajaran yang berawal dari ketidak tahuan,pelajaran dari ketidak sengajaan, pelajaran dari gurauan,,,yaitu bahwasanya kita tidak boleh menghakimi orang lain sebelum kita mengetahui seperti apa masalahnya.
Aku sangat merasa berdosa mengetahui orang yang telah aku anggap sebagai orang keras kepala,tidak mau mengerti orang lain, tidak menghargai usaha dari orang lain, ternyata dibalik omongannya yang begitu menyakitkan ketika menghadapi kenakalan kita,disana terdapat masalah yang begitu besar menyelimutinya,,,,
Maaf, maafkan kami,,,
Ahad, 24 Juni 2012
Syukur Alhamdulillah aku panjatkan ke hadirat Allah yang maha Kuasa atas segala yang ada di bumi dan dilangit,akhirnya pentas perdana sudah selesai….walaupun belum sempurna akan tetapi kepuasan itu telah kami dapat…..
Pelajaran baru saya ambil kembali pada malam itu,yaitu suatu tanggungjawab dan keseriusan,,,
“Apa yang kita tanam,itu yang akan kita panen”,keberhasilan suatu usaha akan bukan kita rasakan pada hasil,akan tetapi dalam proses yang selama ini kita jalani…
Selamat bagi kalian yang sudah mau berusaha dengan sungguh-sungguh…
J J J

Senin, 25 Juni 2012
Rasa Sedih dan Bahagia silih berganti mewarnai kehidupanku,,,, dan sekarang,,,,rasa bahagiiiiiaaaa yang sedang aku rasakan,,,
Heeeeemmm,,,,pnasaran kan dengan apa yang aku rasakan sekarang???Hehehe
Aneh mungkin,jika aku bahagia tanpa sebab,,,
Aku bahagia karena,,,tidak ada tekanan mental, tidak ada yang membebaniku, truusss,,,,ternyata dia yang kucintai benar-benar sayang padaku,,,,,,
Seneeeng banget,,dia mau berubah,,,,,(rahasia) ^^v


Ahad, 17 Februari 2013
Sudah lama rasanya tidak menulis lagi disini,
Ingin sekali mencurahkan hati untuk setiap apa yang aku alami disini,,
Akan tetapi males mau buka laptopnya,,,he,he,he :P
Hhhuuummmm….. andaikan aku bisa terus seperti ini ,,pasti tulisanku dari dulu juga sudah selesai,,,Malesnya di pelihara sichh,jadi seperti ini deh,,,
Gak papa penting masih kefikiran daripada tidak sama sekali…..
Oww iya…sudah mulai menguap nih,,,,sdah dulu yaaa menulisnya,,uuppss,,,ngetik maksudnya…
Assalamualaikum……
J J J




Sabtu, 04 Mei 2013

AYAH DARI KETURUNANKU
Terkadang kita tidak menyadari begitu dahsyat pengorbanan seorang Suami kita terhadap kita para istrinya, yang kita tahu dia adalah suami kita yang telah memilih kita untuk dijadikan istrinya dan tanpa keindahan kita memandangnya, ingatkah semasa muda kita berpacaran???"begitu indah bagaikan milik kita berdua" kata banyak orang, setelah berpacaran kita menikah, setelah 5-seterusnya masa pernikahan itu berlalu keindahan yang dulu pernah kita eluh-eluhkan mulai memudar....
    Duhai istri sholekah sadarilah kalau kalian tahu suami kita itu adalah:
1.      Suami kita dibesarkan oleh seorang ibu yang mencintainya seumur hidup, namun ketika dia dewasa, dia mamilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya seumur hidupmu, bahkan sering kala rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.
2.      Suamimu dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah dan ibunyahingga dia beranjak dewasa. Namun sebelum dia mampu untuk membalasnya, dia telah bertekad menanggung nafkahmu, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanyaterikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.
3.      Suamimu ridho menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anakmu serta dirimu. Padahal dia tahu, di sisi Allah, engkau lebih harus di hormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, sebab dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi Allah.
4.      Suamimu berusaha menutupi masalahnya dihadapanmu dan berusaha menyelesaikannya sendiri. Sedangkan engkau terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberikan solusi padahal bias saja disaat engkau mengadu itu, dia sedang memiliki masalah yang lebuh besar. Namun tetap saja masalahmu yang di utamakan dibandingkan masalah yang dihadapi sendiri.
5.      Suamimu berusaha memahami bahasa diammu, bahasa tangismu, sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja. Ipupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali.

Subhanallah….itulah fakta nyata yang masih banyak lagi yang tanpa kita sadari ternyata begitu besar pengorbanan suami kita tercinta.